
Bubur gunting menjadi salah satu kuliner tradisional yang masih bertahan di tengah maraknya makanan modern pada 2026. Meski namanya terdengar unik, hidangan ini menyimpan cita rasa sederhana yang mampu menghadirkan rasa hangat dan nostalgia dalam setiap suapan.
Banyak orang mengenal bubur gunting sebagai sajian khas yang memadukan bubur lembut dengan potongan adonan yang dipotong menggunakan gunting sebelum dimasak. Teknik sederhana tersebut menjadi asal-usul nama hidangan ini sekaligus memberikan tekstur khas yang sulit ditemukan pada makanan tradisional lainnya.
Di tengah tren makanan kekinian, bubur gunting justru memiliki daya tarik tersendiri. Rasanya autentik, bahan-bahannya mudah ditemukan, dan proses memasaknya tidak terlalu rumit. Hal itulah yang membuat banyak pecinta kuliner mulai kembali mencoba resep tradisional ini di rumah.
Sebagai contoh, seorang mahasiswa bernama Raka (tokoh fiktif) mencoba membuat bubur gunting setelah mencicipinya saat pulang ke kampung halaman. Awalnya ia mengira proses pembuatannya rumit. Namun setelah memahami langkah-langkahnya, ia justru berhasil menyajikan semangkuk bubur gunting hangat yang mengingatkannya pada masakan sang nenek.
Mengenal Keunikan Bubur Gunting

Tidak semua bubur tradisional dibuat dengan cara yang sama. Bubur gunting memiliki karakteristik yang membedakannya dari berbagai jenis bubur Nusantara lainnya.
Beberapa keunikannya antara lain:
- Adonan dipotong langsung menggunakan gunting sebelum direbus.
- Tekstur buburnya lembut dengan tambahan potongan adonan yang kenyal.
- Menggunakan bahan sederhana yang mudah diperoleh.
- Cocok disajikan sebagai menu sarapan maupun camilan sore.
- Memiliki cita rasa tradisional yang tetap relevan hingga sekarang.
Selain itu, proses pembuatannya tidak membutuhkan peralatan khusus. Dengan perlengkapan dapur sederhana, siapa pun dapat mencoba membuatnya sendiri.
Bahan-Bahan Resep Bubur Gunting Tradisional Asli
Salah satu alasan bubur gunting tetap populer adalah penggunaan bahan yang ekonomis. Berikut bahan-bahan yang umum digunakan.
Bahan bubur
- 150 gram tepung beras
- 50 gram tepung tapioka
- 700 ml santan
- 2 lembar daun pandan
- ½ sendok teh garam
Bahan adonan gunting
- 200 gram tepung terigu
- 80 ml air
- Sejumput garam
Pelengkap
- Gula merah cair
- Santan kental
- Kelapa parut kukus (opsional)
Bahan-bahan tersebut dapat disesuaikan dengan selera tanpa menghilangkan karakter asli bubur gunting.
Cara Membuat Bubur Gunting yang Lembut
Membuat bubur gunting sebenarnya cukup mudah selama setiap tahap dilakukan dengan sabar.
1. Membuat adonan gunting
Campurkan tepung terigu, garam, dan air sedikit demi sedikit hingga membentuk adonan yang kalis. Diamkan sekitar 15 menit agar teksturnya lebih elastis.
2. Memasak bubur
Larutkan tepung beras dan tepung tapioka menggunakan sebagian santan. Setelah itu, panaskan sisa santan bersama daun pandan hingga hangat.
Masukkan larutan tepung sedikit demi sedikit sambil terus diaduk agar tidak menggumpal. Gunakan api kecil supaya bubur matang merata.
3. Memotong adonan
Ketika bubur mulai mengental, gunting adonan kecil-kecil langsung ke dalam bubur panas. Cara inilah yang menjadi ciri khas bubur gunting.
Aduk perlahan hingga seluruh potongan matang dan mengapung.
4. Penyajian
Tuang bubur ke dalam mangkuk, kemudian tambahkan gula merah cair dan santan kental sesuai selera. Jika suka, taburkan sedikit kelapa parut kukus agar rasa semakin gurih.
Review Rasa Bubur Gunting
Dari sisi rasa, bubur gunting menawarkan pengalaman makan yang sederhana tetapi memuaskan. Tekstur buburnya lembut berpadu dengan potongan adonan yang kenyal sehingga menciptakan sensasi berbeda di setiap suapan.
Aroma daun pandan memberikan kesan harum tanpa terasa berlebihan. Sementara itu, perpaduan gurih santan dan manis gula merah menghadirkan keseimbangan rasa yang cocok dinikmati oleh berbagai usia.
Jika dibandingkan dengan dessert modern yang cenderung menggunakan banyak topping, bubur gunting justru mengandalkan kualitas bahan dasar. Kesederhanaan tersebut menjadi nilai lebih yang membuatnya tetap dicari hingga sekarang.
Tips Agar Bubur Gunting Berhasil

Meski terlihat sederhana, beberapa kesalahan kecil dapat memengaruhi hasil akhir. Oleh karena itu, perhatikan beberapa tips berikut.
- Gunakan santan segar agar aroma lebih harum.
- Aduk bubur terus-menerus selama proses memasak.
- Jangan membuat adonan terlalu keras.
- Gunting adonan dengan ukuran seragam agar matang bersamaan.
- Gunakan api kecil supaya bubur tidak mudah gosong.
- Sajikan selagi hangat untuk mendapatkan tekstur terbaik.
Dengan mengikuti langkah tersebut, hasil bubur gunting akan lebih lembut dan memiliki cita rasa tradisional yang autentik.
Mengapa Bubur Gunting Masih Populer pada 2026?
Tren kuliner terus berubah, tetapi makanan tradisional selalu memiliki tempat tersendiri. Bubur menjadi bukti bahwa resep sederhana mampu bertahan karena menawarkan pengalaman makan yang penuh kenangan.
Generasi muda mulai tertarik mencoba kembali berbagai kuliner daerah. Selain mudah dibuat, banyak orang merasa memasak makanan tradisional menjadi cara untuk mengenal budaya sekaligus menjaga warisan kuliner Nusantara.
Di sisi lain, meningkatnya minat terhadap makanan rumahan membuat resep bubur kembali banyak dicari. Hidangan ini juga mudah dimodifikasi tanpa menghilangkan identitas utamanya.
Penutup
Bubur gunting bukan sekadar makanan tradisional, melainkan bagian dari kekayaan kuliner yang masih layak dipertahankan hingga 2026. Perpaduan tekstur lembut, potongan adonan khas, serta rasa gurih dan manis yang seimbang menjadikannya hidangan yang tetap relevan di berbagai generasi.
Bagi siapa saja yang ingin menghadirkan cita rasa tradisional di rumah, mencoba resep bubur bisa menjadi pilihan yang tepat. Selain mudah dibuat, hidangan ini menghadirkan pengalaman memasak yang menyenangkan sekaligus mengingatkan bahwa resep sederhana sering kali mampu meninggalkan kesan paling mendalam.
Baca fakta seputar : Food
Baca juga artikel menarik tentang : Telur Bulat Balado, Resep Masakan Keluarga yang Selalu Bikin Nambah







